Selain Tiongkok, Banyak Pemimpin Dunia Kutuk Kudeta Militer AD Myanmar

Selain Tiongkok, Banyak Pemimpin Dunia Kutuk Kudeta Militer AD Myanmar
Selasa, 02 Februari 2021

Washington DC, AS. Militer angkatan darat (AD) Myanmar menahan pemimpin negara Myanmar dan presiden Myanmar, Minggu (31/1/2021) malam. Negara-negara di dunia banyak menyerukan pemulihan demokrasi di Myanmar, Selasa (2/2/2021) waktu setempat.

Para pimpinan militer Myanmar lintas kesatuan menyerbu gedung parlemen Myanmar dan mengusir anggota dewan yang tersisa di ibukota Naypyidaw, Myanmar, Selasa (2/2/2021) waktu setempat. Ist.
“Amerika Serikat (AS) akan mengambil tindakan terhadap mereka yang bertanggungjawab penggulingan pemerintahan yang sah dipilih rakyatnya. Kita lihat Negara mana saja yang mendukung kudeta militer di Myanmar,” kata Jen Psaki, juru bicara Gedung Putih Jen Psaki dalam sebuah pernyataan di Washington DC, AS.

Sebelumnya, Tiongkok kerap kali menentang intervensi Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) terhadap Myanmar, meminta para pemimpin dunia untuk saling menahan diri. Tiongkok juga menyerukan semua pihak di Myanmar untuk menyelesaikan perbedaan di dalam negerinya dengan damai.

“Tiongkok adalah tetangga dan sahabat bagi Myanmar. Kami berharap berbagai pihak di Myanmar menyelesaikan perbedaan mereka dengan tepat. Paka kerangka konstitusional dan hukum untuk melindungi stabilitas politik dan social rakyat Myanmar,” kata Wang Wenbin, juru bicara Kementerian Luar Negeri (LN) Tiongkok, Selasa (2/2/2021).

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov di Moskow ibukota Rusia, mengatakan kepada media bahwa Negara Beruang itu mengikuti perkembangan di Myanmar. Akan tetapi belum dapat memberikan kesimpulan untuk didengar bersama.

“Kremlin masih memahami apa yang terjadi di Myanmar, diharapkan semua pihak dapat berpikir dengan kepala dingin,” kata Dmitry Peskov, Selasa (2/2/2021).

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan dengan keras mengutuk penahanan pemimpin Negara Myanmar (Aung San Suu Kyi), Presiden Myanmar (Win Myint), dan para pemimpin demokrasi lainnya.

Pemerintah Jepang, India, Turki, Australia, Indonesia, dan Dewan Eropa juga mengecam kudeta AD Myanmar. Para pemimpin negara itu, mendesak militer segera membebaskan Suu Kyi serta memulihkan demokrasi di Myanmar.

Juru bicara kepresidenan Filipina, Harry Roque mengatakan situasi di Myanmar adalah masalah internal dan negaranya tidak akan ikut campur. Akan tetapi banyak warga Filipina bekerja di Myanmar maka pemerintah Filipina bertindak untuk keamanan warganya di sana.

“Perhatian utama kami adalah keselamatan warga kami. Angkatan bersenjata kami bersiaga jika kami perlu mengangkut mereka pakai kendaraan militer. Seperti kapal perang angkatan laut untuk memulangkan mereka jika perlu,” tegas Harry Roque di Manila, Filipina, Selasa (2/2/2021). (int/nur)

Open Comment
Close Comment

Belum ada Komentar untuk "Selain Tiongkok, Banyak Pemimpin Dunia Kutuk Kudeta Militer AD Myanmar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel