Ribuan Yahudi Ultra-Ortodoks Tantang Pembatasan Ketat Israel

Ribuan Yahudi Ultra-Ortodoks Tantang Pembatasan Ketat Israel
Selasa, 02 Februari 2021

Yerusalem, Israel. Ribuan warga Yahudi ultra-Ortodoks hadiri prosesi pemakaman rabi Meshulam Soloveitchik di kota Yerusalem, Minggu (31/1/2021) waktu setempat. Kerumunan ribuan orang itu dikritik banyak pihak, Selasa (2/2/2021).

Ribuan warga Yahudi ultra-ortodoks hadiri pemakaman dua rabi pemimpinnya, mengabaikan aturan pemerintah untuk membatasi kerumunan di kota Yerusalem, Israel, Minggu (31/1/2021). Ist.
Penganut ultra-Ortodoks Yahudi memadati acara pemakaman rabi terkemuka Israel itu, mencemoohkan larangan negara Israel yang melarang besar-besaran selama pandemi global Covid-19.

“Rabi Meshulam Soloveitchik meninggal di usia 99 tahun, pengantar jenazahnya ribuan orang berduyun-duyun melewati jalan-jalan kota Yerusalem. Ini unjuk rasa penolakan terbaru warga ultra-Ortodoks Yahudi di Israel terhadap pembatasan ketat terkait pandemi Covid-19,” kata Alon Halfon, pejabat kepolisian Yerusalem.

Fenomena ini, lanjutnya, merusak kampanye vaksinasi agresif Israel dan ancam merugikan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu. Isarel akan adakan pemilihan umum pada Maret 2021. Penantang PM Netanyahu, menuduh pemerintah gagal menegakkan hukum. Disebabkan tekanan dari kalangan ultra-Ortodoks Yahudi yang menjadi sekutu utama politiknya.

“Orang-orang berjejalan di luar rumah rabi, mengabaikan restriksi pertemuan lebih dari sepuluyh orang di luar rumah. Bahkan banyak di antara mereka tidak mengenakan masker dan pihak kepolisian kalah jumlah,” kata Alon Halfon.

Ia melaporkan ribuan pelayat ultra-Ortodoks berbaju hitam melewati gerbang utama kota Yerusalem. “Sejumlah polisi sudah menutup persimpangan jalan agar pelayat dapat berlalu namun kalah jumlah,” timpal Alon Haflon.

Kepolisian Israel kalah jumlah dan hanya keluarkan seratus tilang kepada warga yang melanggar protokol kesehatan di kota Yerusalem, Israel, Minggu (31/1/2021). Ist.
Media Israel menyebut rabi terkemuka Israel, Meshulam Soloveitchik meninggal karena terjangkit Covid-19. Akan tetapi ditentang para jemaahnya. Kemudian pelayat ultra-Ortodoks menghadiri pemakaman rabi Yitzhok Scheiner, 98 tahun, meninggal juga karena Covid-19.

“Pihak kepolisian mengeluarkan seratus tiket tilang terkait pelanggaran kesehatan. Akan tetapi malah menambah ribuan massa. Bahkan menantang kepolisian dengan membawa anak-anak di antara mereka. Kita jadi tak tega akan timbul kekerasan di hadapan anak-anak,” timpal Alon Haflon.

Kementerian Kesehatan Israel mencatat 640 ribu kasus Covid-19 di negaranya. Ada 4.745 kematian sejak awal pandemi Covid-19 di Israel. PM Netanyahu berhasil memerintah Israel karena dukungan partai-partai ultra-Ortodoks Yahudi. Akhirnya PM Netanyahu tidak dapat mencegah kerumunan ribuan pelayat itu. (int/nur)

Open Comment
Close Comment

Belum ada Komentar untuk "Ribuan Yahudi Ultra-Ortodoks Tantang Pembatasan Ketat Israel"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel