Perusahaan Multinasional di Myanmar Gelisah

Perusahaan Multinasional di Myanmar Gelisah
Selasa, 02 Februari 2021

Naypyidaw, Myanmar. Keadaan darurat nasional selama setahun telah diumumkan ke rakyat Myanmar. Mantan jenderal Myint Swe ditunjuk sebagai penjabat presiden, telah pula menyerahkan kekuasannya panglima tertinggi angkatan darat (AD) Myanmar, Min Aung Hlaing.

Tank, panzer, hingga truk militer kepung kawasan-kawasan strategis di Myanmar, Selasa (2/2/2021). Ist.

Truk, panzer, dan tank tentara terparkir di depan balai kota di Yangon, kota pusat perdagangan Myanmar dan bekas ibukota negara. Pasukan terlihat di ibukota negara Myanmar, Naypyidaw, Selasa (2/2/2021).

Direktur Asia Human Rights Watch, Brad Adams merasa khawatir kondisi aktivis di dalam negeri Myanmar. Prihatin dengan keselamatan dan keamanan para aktivis dan kritikus militer. Mungkin telah ditahan tanpa pemberitahuan keluarganya.

“Para pendukung militer Myanmar mengibarkan bendera nasional dari atas kendaraan dan rumahnya masing-masing. Menyuarakan dukungan kudeta terhadap pemerintahan sipil dan kembali ke junta militer Myanmar,” kata Brad Adams.

Ia sudah melihat rekaman video di media social, kerumunan orang di pusat-pusat kota di Myanmar merayakan pengambilalihan kekuasaan jenderal senior Min Aung Hlaing. Tentara AD Myanmar disambut juga di desa-desa.

“Hari ini (naiknya jenderal Min Aung Hlaing ke puncak kekuasaan Myanmar, Red) adalah hari di mana orang-orang bahagia,” kata banyak biksu Buddha nasionalis ke rakyat Myanmar

Namun suasana di daerah pelosok, dipenuhi dengan ketakutan, kemarahan, dan frustrasi rakyat. “Saya marah. Saya tidak ingin kekuasaan militer lagi,” kata Zizawah, rakyat pinggiran Yangon.

Kekuatan militer Myanmar terkuat kedua se-Asia Tenggara di bawah Indonesia. Ist.
Pedagang raksasa dunia ritel Jepang, Aeon Co yang rencana buka mall terbesar di Myanmar pada 2023, gagal menghubungi karyawannya di Yangon melalui internet. Kekaisaraan Jepang memperingatkan Aeon Co untuk menunda sikapnya.

“Kami belum membuat keputusan. Saat ini, kami hanya memantau situasi dengan cermat,” demikian rilis resmi juru bicara Aeon ke awak media.

Angkatan darat Myanmar paling berkuasa di antara kesatuan-kesatuan lain di Myanmar, Selasa (2/2/2021). Ist.
Perusahaan pembuat suku cadang mobil Denso Corp, berjuang menjangkau seluruh staf setelah koneksi telepon dan internet terputus. Denso Corp belum bisa menjalin kontak dengan karyawannya di Myanmar.

Perusahaan besar Jepang Kirin Holdings telah berbisnis di Myanmar sejak tahun 2015, masih berencana untuk mengambil keputusan hingga akhir April 2021. Terkait lanjut atau tidaknya aktivitas bisnisnya di Myanmar.

Pun demikian Kirin Jepang masuk dalam “daftar kotor”, perusahaan internasional dan multinasional menjalin bisnis dengan militer Myanmar. (int/nur)

Open Comment
Close Comment

Belum ada Komentar untuk "Perusahaan Multinasional di Myanmar Gelisah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel