Covid-19 Tewaskan 3.100 Orang Lebih Ditambah Kudeta Militer Myanmar

Covid-19 Tewaskan 3.100 Orang Lebih Ditambah Kudeta Militer Myanmar
Kamis, 04 Februari 2021

Naypyidaw, Myanmar. Para dokter, staf medis, dan mahasiswa kedokteran dari 70 rumah sakit serta departemen kesehatan di 30 kota seluruh Myanmar, unjuk rasa dengan mogok kerja, Rabu (3/2/2021).

Mahasiswi kedokteran di berbagai departemen kesehatan Myanmar unjuk rasa dengan mogok kerja, sampai militer kembali ke barak-baraknya masing-masing. Ist.
“Aksi ini dilakukan demi memprotes kudeta militer yang menggulingkan pemerintahan sipil, pemimpin negara Myanmar terpilih, Aung San Suu Kyi. Petugas medis bertaruh nyawa di pandemi Covid-19 di Myanmar tapi militer menusuk dari belakang,” demikian tulisan di unjuk rasa di beberapa kota di Myanmar.

Kelompok petugas medis ini menyebut diri sebagai, Gerakan Pembangkangan Sipil Myanmar. Para petugas medis menyebut, militer minta kepentingannya sendiri di atas kesulitan rakyat akibat pandemi Covid-19.

“Pasien Covid-19 di Myanmar telas menewaskan 3.100 orang lebih. Myanmar menjadi daerah jumlah penderita tertinggi di Asia Tenggara,” kata dokter yang enggan disebutkan namamya di Yangon, Myanmar, Kamis (3/2/2021).

Ia menegaskan masyarakat protes atas kudeta militer di Myanmar. Dirasa wajar jika para dokter dan tenaga medis menyampaikan aksi protesnya.

“Kami menolak untuk mematuhi perintah apapun dari rezim militer tidak sah ini. Militer menunjukkan mereka tidak menghargai para pasien kami yang malang. Rumahsakit banyak kewalahan tapi militer menusuk dari belakang,” tegasnya.

Empat dokter senior Myanmar mengonfirmasi telah mogok bekerja. Akan tetapi enggan menyebut namanya di publik. Alasannya militer Myanmar sering adakan operasi senyap. Penghilangan nyawa dengan mudah dan dikonfirmasikan ke keluargnya sebagai pengkhianat negara.

“Saya ingin para tentara kembali ke barak militer mereka. Itulah mengapa kami, para dokter tidak akan pergi ke rumahsakit, sebelum para tentara kembali ke asrama mereka,”kata seorang dokter di Yangon yang ingin namanya dirahasiakan.

Petugas medis di satu di antara rumahsakit Myanmar unjuk rasa dengan mogok kerja di penanganan Covid-19, sampai militer kembali ke asramanya masing-masing. Ist
Militer Myanmar menggulingkan kekuasaan Aung San Suu Kyi, Senin (1/2/2021) dini hari. Setelah operasi senyap militer pada Minggu (31/1/2021) malam. Alasan militer, adanya kecurangan pemilihan umum yang dimenangkan partai Liga Demokrasi Nasional (NLD) dengan telak, November 2020.

Junta militer Myanmar, meluncurkan dewan pemerintahan baru beranggotakan dewan delapan jenderal. Dipimpin panglima militer angkatan darat (AS) Jenderal Min Aung Hlaing. Sebelas menteri dan deputi, telah diganti dari unsur militer.

Kudeta militer ini membawa Myanmar kembali di bawah kepemimpinan junta militer yang sebenarnya sudah berakhir tahun 2011 silam. Sebelum ada kepemimpinan sipil tahun 2015, Myanmar di bawah kekuasaan Myanmar sejak tahun 1962. (int/nur)

Open Comment
Close Comment

Belum ada Komentar untuk "Covid-19 Tewaskan 3.100 Orang Lebih Ditambah Kudeta Militer Myanmar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel