Tiongkok Kembali Provokasi Taiwan yang Didukung Amerika Serikat

Tiongkok Kembali Provokasi Taiwan yang Didukung Amerika Serikat
Senin, 25 Januari 2021

Taipei. Presiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden resmi dilantik di Gedung Putih Washington, Rabu (20/1/201) untuk bertugas empat tahun ke depan. Pihaknya mengundang utusan Republik China atau Taiwan untuk hadir di pelantikannya.

Pesawat pengebom Tiongkok Xian H-6 (atas) dijaga jet tempur latihan militer di zona udara Taiwan. Istimewa
Menanggapi provokasi Joe Biden, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) segera menggelar latihan latihan melibatkan pesawat pembawa hulu ledak bom nuklir Xian H-6, Sabtu-Ahad (23-24/1/2021) waktu setempat.

 

Taiwan melaporkan latihan militer pesawat tempur Tiongkok, melibatkan 15 pesawat terbang. Termasuk pesawat pengebom. Tiongkok menempatkan Taiwan sebagai bagian dari provinsi yang memisahkan diri. Akan tetapi otoritas Taiwan menganggap dirinya sebagai negara berdaulat.

 

Para pengamat militer mengatakan Tiongkok sedang mengetes tingkat dukungan Biden ke Taiwan. Menurut otoritas Taiwan, operasi udara ini biasanya berkekukatan pesawat pengintai,  tempur, anti-kapal selam, hingga pembawa hulu ledak nuklir.

 

Kementerian Pertahanan Taiwan merilis jika enam pesawat pengebom Tiongkok pembawa senjata nuklir, empat jet tempur, dan satu pesawat anti-kapal selam memasuki zona identifikasi pertahanan udara di bagian barat-daya, Sabtu (23/1/2021).

 

Sehari kemudian, melibatkan 12 jet tempur, dua pesawat anti-kapal selam, dan satu pesawat pengintai. Pasukan udara Taiwan telah mengeluarkan peringatan. Disertai membidik dengan sistem misil pertahanan udara untuk memonitor pesawat dari China.

 

Juru bicara departemen luar negeri Amerika Serikat, Ned Price mengatakan pihaknya akan melanjutkan hubungan yang lebih dalam dengan Taiwan. Pihaknya prihatin terhadap pola upaya Tiongkok yang mengintimidasi negara-negara tetangganya, termasuk Taiwan.

 

"Kami mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan militer, diplomasi, dan ekonomi terhadap Taiwan. Kami meminta Beijing untuk mendorong dialog yang berarti dengan perwakilan Taiwan yang terpilih secara demokratis,” pinta Ned Price.

 

Tiongkok dan Taiwan memiliki pemerintahan terpisah sejak berakhirnya perang sipil  tahun 1949. Hubungan makin panas dalam beberapa tahun terakhir. Beijing tidak segan-segan menggunakan kekuatan militer untuk merebut kembali kedaulatan Taiwan.

 

Meskipun Taiwan secara resmi hanya diakui sedikit negara, namun pemerintahannya memiliki hubungan komersial dan informal yang kuat dengan banyak negara. Seperti negara-negara lainnya, Amerika Serikat tak memiliki hubungan diplomatis dengan Taipei. Akan tetapi mewajibkan Taiwan untuk menyediakan sarana dalam pertahanan diri. (dtk/nur)

Open Comment
Close Comment

Belum ada Komentar untuk "Tiongkok Kembali Provokasi Taiwan yang Didukung Amerika Serikat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel