Presiden Turki Pinta Dunia Jangan Benci Islam dan Tionghoa

Presiden Turki Pinta Dunia Jangan Benci Islam dan Tionghoa
Rabu, 27 Januari 2021

Ankara, Turki. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan dunia harus tegas menyerukan agar kebencian ke Islam dan Tionghoa di dunia harus dihapuskan. Disampaikan di Ankara, Turki pada \Hari Peringatan Holocaust Internasional, Selasa (26/1/2021) waktu setempat.

Presiden Turki Recep Tayib Erdogan (kiri) dan presiden RRT Xi Jinping (kanan) di Hangzhou, Tiongkok, 2016. Ist

“Islamofobia (ketakutan terhadap orang Islam, Red) dan Xenofobia (ketakutan terhadap orang Tionghoa, Red) di dunia harus dihapuskan dan segera dihentikan. Tragedi holocaust (pembantaian massal, Red) Yahudi oleh NAZI Jerman selalu diperingati maka holocaust di tempat lain jangan diabaikan,” seruan Erdogan terhadap pemimpin dunia lainnya.

 

Erdogan mengaku sedih karena telah berkembang-biak dalam beberapa tahun terakhir, melalui penggunaan platform digital ujaran kebencian ke orang Islam dan orang Tionghoa di banyak belahan dunia itu terjadi. Misalnya, orang Islam atau orang Tionghoa yang lahir dan besar di Turki, juga setia dengan tanah kelahirannya ini.

 

“Masyarakat Internasional harus mengambil tindakan agar tragedi seperti holocaust di Bosnia, Rwanda, dan Kamboja tidak terulang kembali di manapun,” ajak Erdogan.

 

Erdogan mengatakan bahwa umat manusia sedang melalui masa yang sulit karena virus rasisme yang telah semakin meluas. Seiring pandemi global Covid-19, orang Tionghoa dapat rasisme di Eropa, Amerika, Afrika, dan lain-lain.

 

“Saya menggarisbawahi bahwa ada peningkatan serius dalam tindak kekerasan di tempat ibadah, seperti masjid, sinagog, dan gereja. Kejahatan kebencian terhadap beberapa segmen masyarakat dengan identitas etnis, agama, bahasa, dan penampilan yang berbeda telah meningkat dari hari ke hari," kata Erdogan.

 

Erdogan mengatakan terorisme rasis telah berubah menjadi ancaman keamanan, merusak perdamaian, gangguan social, dan keinginan masyarakat yang ingin hidup bersama. Tanda-tanda holocaust Yahudi, genosida Bosnia, Rwanda, dan Kamboja membuat jutaan orang mati sia-sia.

 

“Terbukti dengan diskriminasi sistematis, marginalisasi, dan meningkatnya ujaran kebencian itu, jauh lebih kejam sebelum terjadinya tragedi pembantaian. Semua genosida ini berfungsi sebagai pengingat bagi komunitas internasional, memerangi segala jenis diskriminasi dan mencegah kejahatan terhadap kemanusiaan,”  kata Erdogan.

 

"Ini jauh dari sekedar sikap moral yang harus diadopsi setiap Negara. Akan tetapi kewajiban kontrak di bawah Konvensi Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) tahun 1948, tentang pencegahan dan penghukuman kejahatan genosida,” tegas kata Erdogan. (int/nur)

Open Comment
Close Comment

Belum ada Komentar untuk "Presiden Turki Pinta Dunia Jangan Benci Islam dan Tionghoa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel