Boeing 737 MAX Setelah Dihukum 22 Bulan akan Diizinkan Terbang Lagi di Eropa

Boeing 737 MAX Setelah Dihukum 22 Bulan akan Diizinkan Terbang Lagi di Eropa
Selasa, 26 Januari 2021

Cologne, Perancis. Eropa akan mencabut larangan terbang untuk pesawat Boeing 737 MAX pekan ini. Hal ini memicu kemarahan keluarga korban dari dua kecelakaan maut Boeing 737 MAX yang menewaskan 346 orang, Selasa (26/1/2021).  

Pesawat terbang Boeing 737 MAX yang jatuh di Indonesia dan Ethiopia akan segera diizinkan terbang lagi di Eropa. Int

Pencabutan larangan terbang dilakukan, setelah dilakukan pengkajian pendapat para pakar industri penerbangan. Ditambah pendapat para whistleblower, pihak yang mengetahui dan melaporkan tindak pidana tertentu dan bukan merupakan bagian dari pelaku kejahatan yang dilaporkannya.

 

Keluarga korban yang ada di Perancis menyebut langkah ini, terlalu dini. Sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (26/1/2021).

 

Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (EASA), sepakat mencabut larangan terbang yang diberlakukan selama 22 bulan terakhir pada Boeing 737 MAX. Lampu hijau EASA ini akan mengakhiri krisis keselamatan berlangsung selama dua tahun terakhir.

 

Sebelumnya ada kecelakaan Boeing 737 MAX di Indonesia dan Ethiopia. Kecelakaan memakan korban itu, dikaitkan dengan perangkat lunak (software) kokpit yang cacat.

 

Amerika Serikat (AS) telah mencabut larangan terbang Boeing 737 MAX dan pesawat jenis yang sama, November 2020. Diikuti dengan Brasil dan Kanada.

 

Seedangkan Tiongkok sebagai negara pertama yang meng-grounded pesawat, belum mengatakan kapan akan mengizinkan pesawat Boeing 737 MAX itu terbang kembali.

 

Usai berikan persetujuan sementara pada November 2020, EASA menghimpun dan menyimpulkan masukan dari 38 pakar dirgantara. Kemudian menerima langsung laporan whistleblower  yang duanalisis dan pertimbangan secara menyeluruh.

 

Direktur Eksekutif EASA, Patrick Ky mengatakan hasil analisis menunjukkan tidak ada masalah teknis baru, Senin (25/1/2021) waktu setempat

 

Akan tetapi perwakilan kelompok keluarga korban kecelakaan Boeing 737 MAX berbasis di Perancis, Solidaritas dan Keadilan menyebut langkah EASA itu, “prematur, tidak pantas, dan bahkan berbahaya”. (int/nur)

Open Comment
Close Comment

Belum ada Komentar untuk "Boeing 737 MAX Setelah Dihukum 22 Bulan akan Diizinkan Terbang Lagi di Eropa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel